Pages

Showing posts with label Kediri. Show all posts
Showing posts with label Kediri. Show all posts

August 27, 2015

Corn Expo

Pada musim tanam jagung tahun 2015 ini penyakit bulai menjadi kendala besar bagi petani dalam budidaya tanaman jagung. Untuk memberikan edukasi bagi petani di wilayah Kecamatan Purowasri, PT. Bayer Indonesia bekerjasama dengan BPP Purwoasri mengadakan Corn Expo pada tanggal 26 Agustus 2015 bertempat di Lapangan Desa Bulu Kecamatan Purwoasri.

Camat Purwoasri (Dua dari kiri) dan Kepala Desa Bulu (Paling Kiri) sedang melihat lokasi Corn Expo.


Pada Corn Expo ini diberikan penjelasan tentang budidaya tanaman jagung yang baik dan aman mulai dari perlakuan benih (seed treadment) untuk mencegah penyakit bulai dan hama lalat bibit, penggunaan herbisida, insektisida dan fungisida yang aman dan efisien. Selain itu petani diajak kunjungan lapang untuk melihat langsung dan membandingkan keadaan tanaman dengan perlakuan dari PT. Bayer Indonesia dan tanaman kontrol setelah itu petani diajak berdiskusi mengenai permasalahan yang dihadapi ketika melakukan budidaya jagung.

Setelah mengikuti Corn Expo ini diharapkan petani mengetahui dan mempraktekkan budidaya jagung yang baik, aman dan bebas dari bulai sehingga dapat berkontribusi dalam mendukung swasembada jagung nasional.

June 24, 2015

Pengendalian Hama Tikus di Desa Bulu

 Petani Desa Bulu sedang melakukan gropyokan tikus.

Hama tikus sawah  ( Rattus rattus argentiventer ) merupakan hama yang meresahkan petani Desa Bulu Kecamatan Purwoasri terutama petani yang menggarap sawah di sekitar aliran sungai Konto. Ada berbagai macam upaya yang dilakukan kelompoktani Budi Luhur Desa Bulu untuk mengendalikan populasi hama tikus dengan cara yang ramah lingkungan, yaitu:

1. Pengendalian dengan peraturan
Ketika dilakukan pengamatan oleh Kelompoktani ternyata hama tikus banyak bersarang di dalam perakaran tanaman rumput gajah yang ditanam di pematang sawah. Menyikapi hal tersebut Kelompoktani bersama Pemerintahan Desa Bulu membuat peraturan pelarangan penanaman rumput gajah di pematang sawah dan di sekitar saluran irigasi. Selain itu juga ada pelarangan memburu ular di sawah Desa Bulu karena ular merupakan predator bagi tikus.

2. Gropyokan
Kelompoktani Budi Luhur melakukan gropyokan tikus minimal dua kali dalam satu tahun untuk mengendalikan hama tikus. Gropyokan biasanya dilakukan dengan cara mengaliri lubang tikus yang ada di sekitar saluran irigasi dengan air supaya tikus yang ada disarangnya bisa keluar dan ditangkap. Dalam satu kali gropyokan dilakukan selama tujuh hari sampai sepuluh hari.


3. Pemanfaatan Burung Hantu
Selain ular, musuh alami tikus adalah burung hantu T. alba yang daerah penyebarannya luas Burung ini digunakan sebagai predator., karena burung hantu sebagai burung pemangsa (rapeor) yang berburu hewan lain untuk makanannya.Burung ini mempunyai kemampuan visual yang luar biasa, pendengaran yang tajam, kemampuan terbang dengan senyap, mempunyai cakar dan paruh.

Burung hantu (Tyto alba)
 Burung hantu termasuk spesies burung nokturnal, yang beraktivitas pada malam hari, penglihatannya sangat tajam, dimana dapat melihat mangsanya dari jarak jauh. Memiliki pendengaran sangat tajam dan mampu mendengar suara tikus dari jarak 500 m. Hidupnya berkelompok dan cepat berkembang biak. Induknya mampu bertelur 2 – 3 kali setahun. Sekali bertelur bias mencapai 6 – 12 butir dengan masa mengeram selama 27 – 30 hari

Burung hantu Tyto alba merupakan salah satu predator yang potensial karena spesies ini memiliki kelebihan dibandingkan dengan spesies lain yaitu ukuran tubuh yang relatif lebih besar , memiliki kemampuan membunuh dan memangsa tikus cukup baik, mudah beradaptasi dengan lingkungan baru dan cepat berkembang biak.

Kelompoktani Budi luhur mendirikan rumah burung hantu (Pagupon) di tengah sawah dengan harapan sebagai rumah singgah bagi burung hantu. Setelah 1 bulan  diamati ternyata pagupon tersebut dijadikan tempat singgah burung hantu dan tempat untuk memakan tikus hal ini dibuktikan dengan adanya sisa bangkai tikus di sekitar pagupon.
Pagupon burung hantu.

Baca juga :

Demplot Stroberi di Ngancar